Jalur Truk Tertutup Sampah, TPA Cipayung Depok Ditutup 2 Hari

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok telah memutuskan untuk menutup TPA Cipayung selama dua hari. Hal ini dilakukan setelah akses truk untuk membuang sampah tertutup oleh longsornya sampah di lokasi tersebut.
Seperti yang dikatakannya, “Iya benar (tutup dari hari Sabtu dan dibuka kembali pada hari Senin),” kata Abdul Rahman saat dimintai penegasan.
Berdasarkan surat edaran nomor 602/0875/TPA/VIII/2024, TPA Cipayung akan ditutup untuk perbaikan jalur truk sampah yang tertutup. Langkah ini diambil untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah di area tersebut.
Dalam beberapa hari terakhir, ada masalah dengan antrean panjang truk sampah di TPA Cipayung. Meskipun demikian, DLH Depok tidak setuju jika hal ini disebut sebagai longsor di TPA Cipayung.
Menurut Ardan, istilah “longsor” tidak tepat dalam konteks ini. Karena biasanya kita menganggap longsor sebagai bencana yang mengerikan dengan kerugian besar. Namun, hal ini tidak selalu benar.
Menurutnya, TPA Cipayung sering kali terkena “redupan” sampah yang jatuh dan menutupi area di mana mereka memuat sampah untuk dibuang.
Menurut Ardan, tumpukan sampah yang berserakan telah menyebabkan akses ke TPA Cipayung hanya tersisa 1 jalur. Hal ini menyebabkan truk pengangkut sampah harus bergantian melintas menuju tempat pembuangan.
Menurut kata-kata dia, jumlah sampah saat ini telah mencapai 200 meter dengan lebar sekitar 2 meter. Hal ini menyebabkan proses bongkar muat yang biasanya hanya membutuhkan waktu 10 menit menjadi lebih lama.
Banjir dan tanah longsor di TPA Cipayung adalah masalah yang sering terjadi. Hal ini disebabkan oleh kelebihan volume sampah yang ditempatkan di TPA Cipayung.