Pemkot Depok Lebarkan Area Utara dan Barat di TPA Cipayung

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Abdul Rahman, Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipayung sudah melebihi kapasitas yang ditentukan. Dia juga menjelaskan langkah-langkah yang telah diambil untuk mengatasi masalah ini.
“Setelah melihat masalah di Kota Depok, kami menyadari bahwa kapasitas TPA Cipayung telah terlampaui. Untuk mengatasi ini, kami segera melakukan tindakan dengan memperluas area landfill di sisi utara dan barat,” jelas Abdul kepada media saat berada di TPA Cipayung, Depok.
Untuk meningkatkan efisiensi pemindahan sampah di area utara dan barat, DLHK membutuhkan penambahan alat berat. Saat ini, mereka hanya memiliki loader, excavator, dan dozer yang digunakan untuk tugas tersebut. Namun dengan penambahan alat lebih banyak, proses pemindahan dapat menjadi lebih cepat dan efisien.
Kita membutuhkan penambahan alat berat, terutama loader, excavator, dan dozer. Saat ini kita hanya memiliki 5 unit excavator, tetapi kita memerlukan 12 unit untuk menyelesaikan pekerjaan dengan efisien.
“Saat ini, kami sudah memiliki 5 unit, tetapi hari ini hanya 4 yang tersedia. Besok, kami akan menambahkan lagi 1 unit. Untuk dozer, kami membutuhkan 5 unit dan besok kami berharap bisa menambahkan 2 unit. Sementara itu, untuk loader sudah cukup,” jelasnya.
Menurutnya, pengolahan sampah di TPA Cipayung sering mengalami keterlambatan karena adanya longsoran setelah dozer melalui. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan akan menyelesaikan masalah tersebut dengan meratakan sampah di sisi selatan dan utara, yang akan cukup untuk 3 hingga 4 bulan dan dapat mengatasi lonjakan sampah.
Untuk mengatasi kelambatan dalam proses, kita akan melakukan tindakan ini. Sebelumnya, sering terjadi penundaan karena TPA di belakang harus diratakan kembali setelah digunakan oleh buldoser. Namun, masih terdapat sekitar 2 hektar di sisi utara dan selatan. Jika kita dapat meratakannya dengan baik, area tersebut dapat bertahan selama 3-4 bulan, sehingga menghindari stagnasi dalam proses.
Menurutnya, kemarin Kota Depok telah mengirimkan 10 ton sampah ke TPPAS Lulut Nambo. Hari ini, sebanyak 7,8 ton juga sudah berhasil dikirim ke tempat tersebut.
Sebagai tindak lanjut, pada tanggal 20 dan 21 Agustus, kami telah memulai pengiriman sampah ke TPPAS Nambo. Pada tanggal tersebut, sekitar 10 ton sampah berhasil dikirimkan melalui kompaktor dengan kapasitas sebanyak 7,8 ton. Kami berencana untuk mengirim lagi besok untuk menyelesaikan proses secara simultan.
DLHK juga akan meningkatkan jam kerja petugas untuk menangani masalah sampah ini. Selain itu, kami akan memperluas area landfill dan meningkatkan sistem pembuangan di TPA ini,” tambahnya. Kami berkomitmen untuk mengatasi masalah sampah ini dengan cara yang efektif dan efisien demi kebaikan lingkungan dan masyarakat.